Pemerintah Provinsi Jawa Barat Gandeng Incheon dalam Kelola Sampah dan Limbah

08/11/2017 | 206 kali
DLH Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat

Foto : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Wali Kota Incheon Yoo Jeong-bok (Pemprov Jabar)

INCHEON - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jabar, Anang Sudarna turut mendampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam penandatangan Letter of Intent (LoI) dengan Wali Kota Incheon Yoo Jeong-bok, Senin (25/9/17) waktu setempat.

LoI tersebut, tentang pembentukan hubungan kerja sama provinsi bersaudara (sister province) dan kerja sama teknik dengan Pemerintah Kota Metropolitan Incheon dimana Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjalin kerja sama dengan Incheon, Korea Selatan. Kerja sama yang dijalin yakni pengelolaan sampah, limbah, bandar udara, dan pelabuhan.

Turut mendampingi Aher dalam penandatangan LoI iniAsisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar Eddy I M Nasution, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Jabar Taufiq Budi Santosa, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jabar Yudha M Saputra. Penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi momentum awal Incheon dan Jabar dapat menjadi saudara melalui perubahan lingkungan, transportasi, ekonomi, budaya, dan sosial.

Walikota Metropolitan Incheon, Yoo Jeong-bok menyambut gembira dan mengapresiasi positif kerja sama yang dirintis ini. “Kami sangat senang dan merasa beruntung Incheon menjadi daerah di Korea yang pertama menjalin kerja sama dengan Prov. Jabar,” katanya usai penandatanganan LoI. LoI ini yang kelak menjadi dasar Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan kerja sama sister province.

Kota Metropolitan Incheon memiliki penduduk 3 juta jiwa (nomor 3 di Korea) dengan keunggulan Bandara Internasional Incheon, Pelabuhan Incheon, dan memiliki 10.061 bisnis. Pendapatan Daerah 595 miliar dollar/orang. Tahun 2016 jumlah ekspor 360 miliar dollar, total impor 340 dollar, tingkat perdagangan menjadi 2 kali dari Ulsan. Produk ekspor: mobil, semi konduktor, besi baja, onderdil mobil, bahan kimia, alat bangunan, dan lain-lain. Sedangkan produk impor: gas alam, semi konduktor, minyak mentah, batu bara, kayu, biji besi, dan lain-lain. 10 negara eksportir utama: Tiongkok, Amerika, Jepang, Vietnam, Singapura, Hongkong, Taiwan, Inggris, Mexico, India.

Yoo Jeong-bok mengatakan Kota Incheon, Sangdo, YeongChong dan CheongLai dibangun sebagai Zona Ekonomi Bebas. Sebagai Kota metropolitan, bandara terbaik di Korea yaitu Bandara Internasional Incheon dan Pelabuhan Incheon semuanya terletak di Incheon yang berpenduduk sekitar 3 juta orang. Sebagai wilayah 11 industri pembuatan sabuk dan memiliki sekitar 23.000 area industri ini, perekonomian Kota Incheon dapat memimpin perekonomian Korea Selatan di masa depan.

Dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan ini, Gubernur Jabar juga diagendakan akan menandatangani LoI dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk Do dan Pemerintah Kota Metropolitan Ulsan di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Delegasi Jabar juga direncanakan meninjau proyek teknologi dan industri lingkungan yang telah berhasil dilaksanakan oleh Korea Environmental Industry and Technology (KEITI) sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan KEITI pada tanggal 28 Agustus 2017 di Gedung Sate, Kota Bandung.

 

Sumber : http://dlh.jabarprov.go.id


Share:
Berita & Artikel Lainnya